October 18, 2021
  • Home
  • Berita Utama
  • Bahasan Seminar Pengurapan Roh Kudus Berbobot dan Antusias, Menghadirkan Akademisi Teologia Pdt Junifrius Gultom

Bahasan Seminar Pengurapan Roh Kudus Berbobot dan Antusias, Menghadirkan Akademisi Teologia Pdt Junifrius Gultom

By on May 31, 2020 0 329 Views

Seminar Pengurapan Roh Kudus bagi kalangan Pentakosta dan Kharismatik yang di gelar pada Zoom Conference pada Jumat, 29/5/20 lalu menghadirkan pembicara dari kalangan akademisi dan seorang Pendeta, Pdt Junifrius Gultom yang merupakan Direktur Pascasarjana di Sekolah Tinggi Teologia Bethel Indonesia.

Dengan jumlah peserta kurang lebih 70 orang yang bergabung, dan dipandu host andal yang sering membawa beberapa acara seminar online Pdt Lukas Kacaribu, SH, MH, MPdk seminar berlangsung sangat hidup dan banyak pertanyaan yang belum terselesaikan karena waktu tak memungkinkan dan antusias peserta untuk menggali lebih dalam lagi mengenai pengurapan Roh Kudus.

Mengawali pembahasannya Pdt Junifrius Gultom menerangkan bahwa Bahwa baptisan Roh Kudus adalah sebuah pengalaman yang dialami sebagai anugerah, ketika kita ingin berhasil dalam beberapa hal seperti pendidikan, usaha bisnis, pekerjaan, dan karier di kehidupan ini, maka kita membutuhkan apa yang disebut dengan pengurapan Roh Kudus.

“Nah saya akan menjelaskan yang bukan pengurapan Ruh Kudus supaya kita lebih mengenal apa itu baptisan dengan Pengurapan Roh Kudus” jelas Pdt Junifrius Gultom membuka pembahasan.

Yang pertama di jelaskannya “Arti pengurapan itu bukanlah sekedar kemampuan atau talenta, jangan sampai salah, jangan sampai saudara mengatakan kalau orang punya talenta hebat berkotbah itu merupakan pengurapan Roh Kudus”

“ Yang kedua orang yang diurapi atau pengurapan itu juga bukanlah kata yang terkait dengan profesionalisme, apabila ada orang melakukan pelayanan secara professional, musiknya bagus, kotbahnya luar biasa, tutur katanya hebat, gestur tubuh dan Bahasa tubuhnya menarik, etika diatas mimbarnya juga baik, lalu dikatakan dia kepenuhan oleh Roh Kudus, tentu bukan itu maksudnya orang yang diurapi oleh Roh Kudus” terangnya lagi

Menurutnya lagi, arti diurapi oleh roh Kudus itu bukan dari tata cara ibadah kita yang mengkritik ibadah orang lain, karena kita pentakosta dan kharismatik, maka kita menyampaikan doa-doa kita secara emosional, dan praise and worship dengan emosional pula, lalu mengatakan ibadah yang menggunakan liturgy terlalu monoton, cara beribadah kita bebas berkespresi.

“Kita boleh bebas berekspresi dalam doa pujian dan penyembahan, dalam ibadah kita tetapi tidak kebablasan sehingga tidak lagi sakral”

Dalam penjelasannya mengenai Urapan disebutkan bahwa Urapan itu adalah dua kombinasi antara humble dan Broken Heart atau hati yang remuk dan kerendahan hati.

Cara yang dipakai Alkitab untuk mendefinisikan urapan yaitu mengalami penyembuhan pada orang sakit dan melepaskan orang berdosa, disitu kita lihat istilah pengurapan dipakai dalam Yakobus dikatakan bukankah jika diantara kamu ada yang sakit, hendaklah dia memanggil penatua dan berdoa untuk orang sakit itu dan mengurapinya dengan minyak, jadi banyak sekali penggunaan pengurapan ini dalam apa yang disebut sebagai praktek menyembuhkan orang yang sakit.

 

Untuk dapat pengurapan Roh Kudus diperlukan Beberapa syarat, yang pertama adalah pentingnya disiplin rohani di dalam sebuah kehidupan. Ada dua hal penting dalam gereja pentakosta dan karismatik mengenai pengurapan yaitu kekudusan zaman pentakosta zaman dulu. Hanya mau pengurapan peristiwa mukjizat yang spektakuler tetapi tidak terlihat penekanan terhadap kesucian makanya banyak sekali skandal.

Kita membutuhkan pada masa ini, pelayanan yang diurapi Roh Kudus, saya pun secara pribadi harus selalu diingatkan akan pentingnya kembali ke nilai-nilai spiritual pentakosta, pengurapan dan Roh Kudus adalah sesuatu yang penting bagi hidup kita, poin berikutnya mempertahankan pengurapan adalah dengan menjaga hati kita rendah hati setiap saat.

Dan pembahasan terakhir dijelaskan mengenai tujuan dari pengurapan adalah bagaimana menolong orang-orang, supaya mempunyai kemampuan atau kualifikasi, Tuhan tidak pernah melihat orang yang sangat sempurna tetapi Allah yang menyempurnakan orang tersebut. Tuhan tidak mencari orang yang sempurna tetapi dia menyempurnakan orang yang bersedia dipakai oleh Tuhan.

Setelah penjabaran materi oleh Pdt Junifrius Gultom, acara dilanjutkan untuk sesi pertanyaan, dan sebanyak tiga orang peserta bertanya seputar pengurapan Roh Kudus yang intinya seperti apa yang telah di jelaskan diatas, dan para penanya yang lain yang tidak sempat di bahas merasa kurang dengan waktu yang singkat dalam seminar tersebut, dan peserta menilai seminar yang di bawakan host Pdt Lukas Kacaribu, SH, MH, MPdk sangat menarik dan berbobot, akan tetapi waktu jua lah yang terkadang menyelesaikan rasa ingin tahu peserta.